Bismillahirrahmaniirahim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Ananda, saudara dan sahabatku tercinta...
di
... musim hujan ini... banyak mereka yang dilanda takut dan kelut hatinya
karena musibah melanda...aneka rupa musibah lain juga menyapa, misalnya
peristiwa kecelakaan kereta api dan musibah di Papua..
Namun bilamana
kita perhatikan gelegar guntur kilatnya yang menakutkan dan
menggetarkan sanubari itu, selalu terisi harap nan berbunga...
apa yang diperbuat-Nya tidak sia dan bukan tak mengandung hikmahnya...
"...............
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2:216)
Bagi
kita, hamba-Nya, yang diperlukan adalah kesadaran atas apa yang telah
kita perbuat dan lakukan selama ini. Apakah baik ataukah buruk? Apakah
menguntungkan ataukah sebaliknya, merugikan bagi kita?
Sesuatu itu tidak berdiri sendiri, tanpa penyebab.
Tapi juga, merupakan bagian dari perbuatan kita:
"Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tiada menganiaya hamba-Nya." (QS 8:51)
"..........Ia
mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat
siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya...... (QS 2:286)
Coba saja bayangkan, bagaimana tingkah laku manusia itu yang sudah kelewatan, seperti yang digambarkan ayat ini:
"Telah
nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan
tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari
(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Allahpun
memberi peringatan, dan menyuruh kita untuk melihat ke masa lalu, atas
dasar perbuatan kita di masa kini, memperbaikinya di atas kesalahan dan
dosa-dosa kita itu, agar masa depan kita lebih baik dan membahagiakan.
Cobalah simak ayat-Nya ini:
Katakanlah:
"Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan
orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang
yang mempersekutukan (Allah)." (QS 30:42)
Kau tahu bukan
bagaimana akibat kedustaan dan kedurhakaan kaum Tsamut dan Luth
misalnya..? yang melakukan sodomi/ mencintai sesama, lalu mendapat
musibah akibat perbuatannya itu? Bencana tak terkira!
Pernah kutulis puisi: "Allah Maha Pecemburu". Kenapa?
Jika
kita menyembah, taat berbakti kepada selain-Nya, ini sangat
membahayakan diri kita sendiri. Akibat buruk pasti menimpa. Bisa celaka
dunia akhirat.
Oleh karena itu, Dia sangat tidak mentolerir. Sangat
Maha Pecemburu.Tidak mengizinkan. Mencemburui segala tindakan dan
perbuatan yang menyaingi-Nya atau mempersekutukan-Nya dengan sesuatu
apapun. Dia menginginkan kemutlakan cinta hanya kepada-Nya, agar manusia
terhindar dan jauh dari marabahaya!
Ingatlah, orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada-Nya. Dan tidak menjadikan yang lain sebagai tandingan-Nya.
"Dan
di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika
seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka
melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah
semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka
menyesal." (QS 2:165)
KAU TAHU APA ZALIM itu?
Zalim, menempatkan sesuatu tidak berdasarkan proporsi hak/kebenaran.
Allah
adalah Dzat Mutlak yang harus dibadati. Ilah yang harus disembah. Yang
harus dicinta. Dan bukan yang lain, yang menjadi prioritas lebih untuk
disembah, dicinta, diikuti dsbnya. Tidak! Hanya Allah DZat Mutlak yang
harus diibadati dan disembah!
"Allah menyatakan bahwasanya tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang menegakkan
keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan
yang demikian itu). Tak Ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 318)
Dan itulah keadilan. Sebaliknya dari kezaliman. Karena adil, menempatkan sesuatu sesuai propoprsi hak yang dimilkinya...
Nah
sekarang, banyak terjadi penyelewengan terhadap adil dan keadilan itu.
Maka banyaklah musibah dan bencana menimpa manusia, karena ingin
menandingi-Nya dengan selain-Nya yang tak bisa tertandingkan itu. Inilah
kebodohan kezaliman. Manusia tidak bisa memegang amanat ini. Padahal ia
sudah bersedia menyanggupinya. Maka ia disebut zalim dan bodoh. (Lihat
QS 33:72)
Kenapa sih kita tidak mau mencontoh kebaikan-Nya Yang Maha Sangat Baik itu? Yang di-Tangan-Nya segala kebajikan?
"...................... Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesugguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS 3:26)
"..........dan
berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat
baik kepadamu, dan janganlah berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Seungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS 28:77)
Juga, contohlah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam.. teladan yang baik bagi manusia. Ikutilah. (QS 33:21, QS 4:59)
Berpengharapanlah kepada-Nya dengan penuh harap berbunga. Bukankah Dia telah menyerukan dan menyatakan-Nya juga seperti ini:
Katakanlah:
"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mreka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang." (QS 39:53)
Dan akupun di sini menyisipkan
kata dalam bait puisiku, agar harap itu tetap berbunga, bahkan di tengah
kemelut hati dan rasa takut akibat dosa dan musibah dengan ungkapan
bait seperti ini:
Tiada Sia Atas Makna
oleh: fatma elly
di tengah takut kalut nyelimut
gelegar Guntur-Nya
benderang
petirpun kadang
membuat terang
setelah kilat menyambar
bukankah hujan menyejukkan
sebentar lagi turun…?
basahlah bumi
nyamanlah cuaca
tumbuhlah tunas
mekarlah bunga
nebarlah wangi
di keindahan daunnya menguncup
ditegak batang akarnya menghunjam
di dasar tanah pohonnya nan kokoh
di titik siram airnya menyuburkan
tiada sia atas makna-Nya
menanda...
Nah diriku dan selainnya...
dengan taubatan nasuha, murni memohon maaf,
memperbaiki diri, kemudian beramal saleh untuk bekal tabungan kita di
akhirat kelak (QS 59:18) adalah hal yang selalu harus kita ingat dan jalankan... 'amiin allahumma 'amiin..
Wallahu a'lam.
I> Kilat dan petir ini menanda,
betapa kuasa dan perkasa-Nya Dia
Minggu, 10 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar