Senin Sore, 25 Feb 2008.
Semalam kami sudah membicarakan bagaimana pertanggungjawaban aku terhadap kerusakan mobil milik Ibu Erni salah satu Alumni ESQ yang aku tabrak 2 hari yang lalu. Dan……Tadi pagi Beliau menelpon aku, katanya “Mb Like, Mobilku biar di urus asuransi aku aja jadi bisa di masukkan ke bengkel langganan aku, jadi ga perlu laporan polisi segala, ntar malah ruwet. Mb Like cukup membayar owner risknya aja Rp.150.000,- Mungkin besok supirku ngantar mobil itu ke bengkel”. “Kalo memang itu yang terbaik buat Ibu saya setuju aja, Pokoknya saya ikut gimana baiknya Ibu aja, namanya saya yang salah jadi ga ada masalah buat saya” jawab aku.
Jam 9.41 WIB aku dapat sms dari Ibu Erni lagi katanya, “Asw, mba..bsk mbl udah bs dimasukkan bengkel dg own risk 150 rb, nanti malam kalo bs tlg mbl diantar ke rmh, jl……………………………………….. BSD, di pos msk Tanya aja rmh Pak Dewanto, tq wass”.
Karena menyadari sepenuhnya kesalahan aku dan dengan kesadaran penuh aku bersedia mempertanggung jawabkannya, maka pada malam kejadian itu aku memang menjanjikan kalo mobil Ibu Erni masuk bengkel aku bersedia meminjamkan mobil ku sebagai gantinya (Jujur aja, teman2 training yang akhirnya tau kejadian itu heran dengan sikap aku yang mau meminjamkan mobilku itu. Heee….. Tapi sudahlah aku ga mau pikirin, mungkin ini cobaan juga buat aku, karena selama ini kelewat sayang sama barang yang satu itu. Lagian..... bukankah kemarin kita telah di ingatkan bahwa segala sesuatunya itu milik Allah jangankan mobil, nyawa aku saja kalo DIA mau ambil sekarang pastilah DIA bisa melakukannya. Yaaa…. Mungkin Allah ingin menguji aku bagaimana menyikapi musibah ini setelah ikut perjalanan spiritual kemaren, heee….dan luar biasanya lagi, ujiannya LANGSUNG boo hari itu juga, Insya Allah itu bertanda sayangnya Allah sama aku, Amin…..)
Jam 5 sore akupun berangkat ke BSD di temani Hana anakku yang paling bontot. Tapi sebelum itu aku sms dulu “Ass…saat ini saya dah mo jln m7 rmh ibu, kira-kira ibu ada drmh jam brp?” dan balasannya “jam 18.30 WIB”.
OK… we are caming!!!, ± jam 18.00 aku dah nyampe di Kompleks Perumahan ibu Erni, "Woouw, kira-kira aku ntar pulangnya naik apa ya? Jangankan taxi, ojek aja aku ga liat mangkalnya dimana, mana rumah disini gede-gede semua entah berapa kali lipat di banding istanaku di Pamulang". Itulah yang terlintas di pikiran aku sesaat memasuki Perumahan Puspitaloka BSD.
Akhirnya setelah mutar-mutar ± 10 menit aku pun menemuhkan rumah si Ibu. berhubung hari ini aku puasa, akhirnya aku putuskan untuk mencari rumah Ibu Sasa tetangga aku di Pamulang yang kebetulan sekarang dah tinggal di kompleks ini juga.
Tapiii….. dimana ya? blok berapa aku juga dah ga ingat lagi, soalnya dah lama banget aku ga kesini lagi… yang aku ingat Jl. Lili trusss rumahnya paling ujung, BISMILLAH, semoga Allah memberikan aku petunjuk. Aku bingung mau shalat dan buka puasa dimana sementara Hana dengan nyenyaknya tidur di samping aku.
Saat aku keluar dari jalan rumah ibu Erni ternyata di depan perempatan jalan itu adalah Jl. Lili, SUBHANALLAH. "Eeeeh, ada pak satpam gimana kalo aku tanya aja sama dia siapa tau pak satpamnya seperti pak satpam yang di depan tadi, waktu aku Tanya rumah Pak Dewanto dia langsung arahin aku kesini sepertinya dia tau semua siapa aja warganya, hebat ya Satpam sini!", bathin aku. Tapi ternyata setelah aku tanya “Pak, tau ga di Jl. Lili ini rumah Pak Hendro dimana?”, Pak satpamnya malah balik bertanya “Blok Berapa bu?”. Yaaaaa…. sepertinya dia ga sehebat yang di depan tadi, tapi paling tidak Satpam itu sopan banget malah dia minta maaf padaku karena tidak bisa membantu aku, selain sopan dia juga baik karena mau mempersilahkan aku masuk ke wilayah Jl. Lili untuk mencari sendiri. Akhirnya aku masuk dan memutuskan untuk jalan terus tanpa belok kanan dan belok kiri, sampai akhirnya aku mentok di jalan yang buntu.
Hari mulai gelap sepertinya tak lama lagi Adzan akan berkumandang. Aku tengok kanan tengok kiri, ku perhatikan rumah yang di ujung jalan, SUBHANALLAH…. "Ada ayunan di pojok halaman, bukankah itu ayunan yang aku duduki saat main ke rumah bu Sasa waktu itu?!", bathin aku lagi. Ku lihat di garasi mobil, ada CRV milik Pak Hendro, ALHAMDULILAH rasanya ga mungkin salah, ini rumah keluarga Ibu SASA, Semoga bu Sasa ada di dalam, paling tidak si Asih pembantu beliau.
Ting tong ting tong…. Bunyi bel pintu ku pencet. Tak lama kemudian seseorang membuka pintu, sepertinya pembantunya tapi bukan si Asih. “Bu Sasa ada Mbak….?” Tanyaku, “Ada bu, Maaf ibu siapa?” jawabnya sopan. “Aku Bundanya Ican teman Nak Rio”, “Sebentar ya bu…” sambil membukakan aku pintu pagar kemudian mempersilahkan aku masuk. Tak lama kemudian Bu Sasa pun nongol “Eeeeh, Mb Like….” Sambil SALAM SEMUT beliau mempersilahkan aku masuk “Dah lama ga ketemu, gimana kabarnya? sendiri aja nih?” aku hanya bisa tersenyum bahagia dan terharu menyikapi sikap Bu Sasa yang Friendly abisss, hee…. ..
Setelah aku mengambil Hana dari dalam mobil lalu kemudian menggendongnya, aku pun masuk kedalam rumah, SUBHANALLAH, bisa ga ya aku punya rumah sebagus ini???? (Semoga, Amin….HEEE!). Aku di terima di ruang keluarga, nyaman banget duduk di sofa milik bu Sasa pokoknya empuk, empuk, empuk!. “Ada angin apa nih sampe jauh2 main kesini?” Tanya bu Sasa. Sambil tersenyum aku menjawab, “Maaf bu Sasa semoga aku ga mengganggu takutnya bu Sasa mau pergi atau justru baru nyampe”, “Ga,ga,ga… Mb Like ga mengganggu malah aku senang. Rio…. Turun sini ada Bundanya Ican sama De’ Hana!” Sambil memanggil Rio anak beliau yang kebetulan teman main anakku. Tak lama kemudian Rio pun turun menyalami kami lalu mengajak Hana main, Hana pun sepertinya langsung enjoy aja.
“Nggg, bu Sasa maaf yaa, sebenarnya aku kesini mau numpang shalat Magrib sekaligus buka puasa ………………………………………………………” lalu akupun menceritakan perjalanan aku sampai akhirnya berada di rumah bu Sasa saat ini. “Kok Mb Like berani banget ngasih mobil, sementara Mb Like ga kenal betul siapa orang itu, Mb... Iki Jakarta lho?!” Kata bu Sasa dengan logat jawanya. “Iya sih, kalo di pikir pake logika, semua orang juga ngomongnya seperti itu, tapi udahlah aku percaya kok rasanya ga mungkinlah kenapa-kenapa apalagi Pak Dewanto dan Ibu Erni itu adalah Korda ESQ 165”, jawab aku sekenanya. Akhirnya kami ngobrol yang lain, sambil aku berbuka puasa dengan segelas sirup Orange dan teh hangat di tambah dengan 2 toples kue kering kesukaan Hana (Keju dan Coklat).
Lama ga ketemu sepertinya ga abis-abis yang di omongin, adaaaaa ajaa… Sampai akhirnya Pak Hendro pulang dari tempat kerjanya, setelah bertegur sapa aku ijin mau shalat Magrib. Setelah itu aku berniat untuk segera ke rumah bu Erni, tapi Bu Sasa dan Pak Hendro meminta aku dan Hana untuk makan dulu. Setelah di tolak, di tolak dan di tolak akhirnya aku dan Hana makan juga, heee…. Malu-maluin!!! habisnya Hana sih pake acara mau lagi........
Saat makan, sms Ibu Erni masuk, pasti dia sudah menunggu aku tapi aku ga mungkin mengecewakan bu Sasa yang begitu baik kepada kami dengan tidak menghabiskan makanan yang masih tersisa di piringku, Apalagi Pak Hendro sampai menelpon Pak Mus, supirnya yang sudah pulang untuk datang mengantar kami ke rumah bu Erni, bahkan setelah mengantar kami Pak Hendro meminta Pak Mus untuk langsung mengantar kami pulang ke Pamulang. Waaaaahhhhh! Yaa Allah Ya Rabbi…. Ar Rahman Ar Rahim….. Ya Samii Ya Bashir…. Semoga Engkau membalas semua kebaikan keluarga Pak Hendro. Sambil berpamitan aku mengucapkan terima kasih banyak kepada bu Sasa dan Pak Hendro serta Rio, “Thank’s ya Pak Hendro, Bu Sasa…. Aku dah numpang shalah… buka puasa.., di kasih makan pula… malah di antar pulang lagi…. Semoga Allah yang membalas semua kebaikan ini", Dengan kompaknya mereka menjawab, "Amin….". "Rio, Bunda pamit dulu ya… jangan lupa main ke rumah Ican”, kata aku pada anak semata wayang Pak Hendro dan Bu Sasa.
Singkat cerita aku ga lama-lama di rumah Ibu Erni apalagi hari semakin larut. Setelah memberikan kunci mobil dan fotocopy STNK (“Sorry, STNK tadi pagi Suamiku lupa ngasih ke aku, Insya Allah besok pagi aku antarin” ) serta menikmati segelas teh hangat yang di suguhkan akupun langsung berpamitan.
Pak Mus dah menunggu aku di depan pagar, lalu kami pun meluncur menuju Pamulang. Perjalanan yang amat sangat MEMBAHAGIAKAN meskipun tanpa mobilku tersayang, heee…….
HIKMAH perjalananku hari ini adalah bila kita melakukan sesuatu dengan IKHLAS, Insya Allah semuanya berjalan dengan MUDAH, bila kita meminta dengan sepenuh hati atas nama Allah SWT, Insya Allah DIA akan MENGABULKANNYA. Bila kita melakukan KEBAIKAN niscaya Allah akan membalasnya berlipat ganda,
ESQ say, “Ambil yang buruk… buang jauh-jauh… beri yang terbaik…” Amin!!!
Semoga Allah SWT senantiasa memberi rahmat, taufik dan hidayah Nya kepada kita semua, amin……..