Jumat, 29 Februari 2008.
Jakarta 5 Desember 2001, SUAMI ku membelikan aku sebuah buku ESQ by Ari Ginanjar Agustian. Tapi tahu ga bagaimana nasib buku itu sekarang…… apakah aku membacanya?.. Apakah aku memahaminya?.. Apakah aku mengerti maksud dari isi buku itu?.. Jawabnya HAMPIR TIDAK,
Buku itu masih ada… Aku membacanya… tapi sayangnya sampai terakhirku baca (bahkan aku lupa, kapan…) hanya sampai di halaman 71, II.1.b BIJAKSANA. Trusss, Apakah aku paham…. Sepertinya juga TIDAK, karena aku membacanya dengan dicicil dan dengan tenggang waktu yang kadang cukup lama. Aku juga bukan termasuk orang yang cukup cerdas untuk mengerti maksud dari isi buku itu, rasanya bacaan itu terlalu berat buat aku. Padahal, SETIAP sebelum aku membaca buku itu, aku selalu membaca sebuah doa yang sengaja aku tulis tangan di lembar depan PROLOG. “Bismillahi rahmani rahim. Yaa ALLAH... Segala puja & puji ku panjatkan kehadirat MU, Mudahkanlah segala urusanku, ringankanlah segala bebanku, lapangkanlah dadaku, hatiku & pikiranku agar apa yang aku baca mudah aku pahami dan aku mengerti, Amiiinnn….”. Itulah bunyi doaku.
Setelah mengantar anakku sekolah, aku langsung ikutan meluncur ke Perumahan Villa Dago, sesampai disana sepertinya dah mulai 10 menit yang lalu. Inti dari pertemuan itu, kami dikenalkan apa itu ESQ, apa itu 165 dan bagaimana melatih mengimbangkan otak kanan dan otak kiri untuk menghapal dengan mudah nama-nama ALLAH, ASMA ALHUSNA.
Berhubung jam 11 aku harus menjemput Hana anakku, maka akupun pergi lalu kembali lagi untuk mengikuti ESQ itu bersama Hana. Dan saat aku datang aku melihat dan mendengar Ibu-ibu yang ada di sekitar tempat dimana aku duduk pada MENANGIS tersedu-sedu, aku bingung “MENGAPA MEREKA PADA MENANGIS….?”. Setelah BERDOA, kami berdiri untuk saling bersalaman dan memohon maaf.
Jujur saja, aku semakin BINGUNG karena setiap Ibu-ibu yang aku salami itu benar-banar berlinangan air mata dan rasanya emang semua pada menangis, mungkin hanya aku saja yang tidak karena aku BINGUNG, ada apa..? mengapa?.. Dan pertanyaan pertanyaan di bathin aku itu membuat aku semakin penasaran bahkan menjadikan aku antusias untuk bertanya dan bertanya terus kepada Mb. Delina dan Mb Kumala saat itu. Heee…. Sayangnya aku belum juga menemukan jawabannya bahkan semakin membuat aku penasaran untuk lebih mengenal dan mengetahui lebih jauh Training ESQ itu seperti apa. Tapi kalo liat harga yang harus aku bayar sebesar ± Rp. 1 juta – Rp.1,- rasanya gimanaaaa begicuuuuu…..he,he,heee!
2 hari kemudian tepatnya tgl. 18 Februari pagi, Mb Kumala menelpon aku untuk konfirmasi apakah aku jadi ikut Training ESQ yang diadakan tgl. 23-24 Februari nanti, Saat itu entah kenapa aku langsung menjanjikan akan ikut serta, hanya saja aku butuh waktu karena harus ngomong dulu sama suamiku. Padahal…. aku tahu banget saat itu kondisi keuangan kami sangat minim, kalaupun ada… itu hanya untuk hidup keluarga kami sampai akhir bulan. Iiih, kebayang ga….
Malamnya saat aku duduk santai ngobrol bareng dengan suamiku tercinta, ku ungkapkanlah keinginan hatiku untuk ikut training ini, dan suamiku pun berkata: “Kalau ada duitnya ikut”. “Kalo ga ada……..?” Tanya ku. “Pake aja dulu duit siapa, Insya Allah keganti koq”. Jawab suamiku datar. “Benar nih Yah…?” jawabku ga percaya. Suamiku hanya mengangguk. “Kalau gitu, Bunda pake duit tabungan Mb Alia dulu ya Ayah?”. Kali ini suamiku mengangguk sambil tersenyum. Oooh, bahagianya hatiku….. I LOVE U, Ayah.
Kamu mau kemana, Lik….. Mau kemana???! kemana?!!!!, ASTAGFIRULLAH…..
MAAFKAN AKU, MAAFKAN AKU, MAAFKAN AKU YAA ALLAH……..,
Aku hambamu yang LALAI selama ini, Menempatkan CINTAKU kepada segala sesuatu melebihi cintaku pada MU, Padahal…. Aku tahu pasti selama ini Engkau begitu mencintai aku dan keluargaku.
Setiap shalat, Aku mengucapkan 2 kalimat syahadat, tapi........ baru hari ini aku melakukannya dan mengucapkannya dengan SEPENUH HATI.
Aku tahu SIAPA NABI MUHAMMAD SAW, tapi aku tidak pernah berusaha untuk mengenal siapa sesungguhnya BELIAU, membaca perjalanan hidupnya, mengetahui bagaimana perjuangannya, pengorbannya apalagi untuk merasakan sakit yang di alami Beliau saat itu untuk menyebarkan dan menegakkan ISLAM. ASTAGFIRULLAH……
Bagaimana aku bisa memperkenalkan ENGKAU kepada anak dan turunanku...., sementara aku sendiri tidak mengenal- MU????!
Yaa ALLAH…… berikanlah aku HIDAYAHMU agar aku tidak menjadi orang yang MERUGI hingga akhirnya engkau MURKAI, kembalikanlah aku ke FITRAMU agar aku bisa lebih baik dari hari-hari sebelumnya, Maafkan aku, Ampuni aku…. ASTAFIRULLAH....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar