Selasa, 11 Maret 2008

Liburan X ini, BEDA.

Minggu, 9 Maret 2008.

Alhamdulillah …….

Week end kemaren aku bersama keluargaku liburan ke Bandung lagi, tapi kali ini tujuannya ke KAWAH PUTIH, Permandian Air Panas RANCAUPAS dan Kebun Strawberry di Ciwidey Bandung Jawa Barat.

Dan rekreasi aku kali ini jauh lebih berkesan di banding sebelum-sebelumnya. Padahal ini kali kedua lho aku ke Ciwidey. Apa yang membuat BEDA…..?! padahal mau ke CIATER Subang Jabar, ke TANGKUBAN PERAHU Lembang…. yang dilihat dan yang dirasakan ga jauh beda juga?!

Mau tahu apa yang membuat BEDA…… Yang beda adalah HATI-nya. Ya IKHSAN!!!

Sepanjang jalam aku bisa menikmati indahnya ALAM, padahal selama ini mah lewat, lewat aja…. Aku bisa merasakan betapa ALLAH menciptakan alam ini begitu sempurnah dan amat sangat INDAH, AWAN yang terbentang luas dengan warna yang begitu lembut membuat hati jadi tenang, GUNUNG yang menjulang tinggi, berdiri dengan gagah perkasa semakin membuat aku menyadari betapa kecilnya dan ga ada apa2nya aku di banding gunung itu. Hamparan SAWAH dan KEBUN TEH yang hijau membuat mata aku jadi terang kembali, Pohon-pohon, bunga-bunga, sungai bahkan binatang pun, aku bisa memandang semua itu dengan rasa kagum, SUBHANALLAH………

Memasuki kawasan KAWAH PUTIH (Rp.10.000,-/org) tempat pertama tujuan rekreasi kami kali ini, tak jauh beda dengan TANGKUBAN PERAHU, sepanjang perjalanan di kelilingin dengan hutan pinus dan pohon-pohon tua, sesampai di tempat parkir pun ga jauh beda, suasana ramai pengunjung serta para penjual berjejer dengan rapi di sekeliling parkiran itu. Udara yang terasa begitu sejuk dan dingin membuat perasan menjadi NYAMAN, Udara seperti ini tidak akan kita temukan di JAKARTA.

Aku menarik nafas sedalam-dalamnya lalu kemudian perlahan aku melepaskannya………….. ALHAMDULILLAH, perasaan aku saat itu begitu lega, legaaa banget….. Inilah pertama kali aku melakukannya dengan HATI, aku merasakan beda, rekreasi kali ini memang BEDA.

Saat berjalan menapaki anak tangga menuju KAWAH PUTIH, “Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillah Wallahu Akbar…. “, itulah kata yang terucap dibibir aku saat melihat begitu INDAHnya pemandangan di tempat itu, Kawah Putih terhampar luas, hijau membentang dikelilingi gunung2 yang tinggi berhiaskan kabut tipis. Subhanallah, begitu INDAH dan SEMPURNAHnya ciptaan ALLAH SWT.

Kembali ku hirup perlahan udara di sekitar situ, lalu kemudian ku lepaskan perlahan-lahan, dan apa yang terjadi…. “Huug,huug,huug!”, Aku malah terbatuk-batuk. Mungkin karena aroma belerang yang begitu kental tercium. Setelah puas memandang sekitarnya, aku mengajak suamiku dan anak2 untuk fhoto bersama. Setelah itu kami pun meremdam kaki kami di air itu, terasa hangat padahal udara di sekitar situ sangatlah dingin, ALLAHU AKBAR…. Allah Maha Besar!

Karena begitu menikmatinya suasana alam KAWAH PUTIH saat itu, hingga tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 3.30 WIB, tiba-tiba dari kejauhan kabut tebal turun perlahan .... perlahan..... perlahan tapi pasti. Lalu kemudian menutupi Kawah itu hingga akhirnya tak terlihat lagi hamparan hijau tadi berganti hamparan kabut berwarna abu-abu kegelapan, SUBHANALLAH…. Engkau telah memperlihatkan aku sesuatu yang LUAR BIASA.

Karena udara semakin terasa dingin dan menusuk, kami pun segera berlalu dari tempat itu menuju ke parkiran. Tak lama setelah kami berada di atas mobil, HUJAN pun turun dengan derasnya…… ALHAMDULILLAH, sekali lagi engkau memperlihatkan aku KEHENDAKMU. Padahal tadi udara begitu cerahnya.

Kamipun pulang, kembali melewati jalan yang dikelilingi hutan pinus tadi. Tetapi setengah dari perjalanan kami hujanpun perlahan berkurang, hingga sebelum sampai tiba di pintu keluar ± 2 km, kami menemukan jalan yang kering yang tidak di guyur HUJAN (sepertinya hujannya sepotong-sepotong). YAA ALLAH… Engkau telah melindungi kami dari HUJAN.

Setelah itu kamipun menuju ke Permandian Air Panas, RANCAUPAS. ± 1 km dari Kawah Putih (Rp.5.000,-/org). Disana terdapat 2 bh kolam air panas, yang kecil dan yang besar serta dikelilingi dengan pohon-pohon tinggi, Sayangnya kolam yang besar sepertinya kurang terawat, lantainya pun terasa sangat licin karena di tutupi lumut sehingga airnya pun terlihat berwarna hijau lumut. Beda dengan kolam yang satunya lagi, walaupun ukurannya hanya setengah dari yang besar dan cetek alias dangkal aja, tapi warna airnya masih terlihat lebih muda dan airnya pun lebih hangat di banding kolam yang besar.

Aku dan keluarga berenang dan berendam, ikut bergabung dengan pengunjung lain yang kebetulan sore itu belum begitu ramai, Akupun kali ini begitu menikmati air panas di kolam itu. Lalu aku meminjam ban berenang yang disewa anakku untuk ku jadikan bantal kepala. Sambil terapung di atas air kolam, aku memandang keatas melihat langit dan awan terbentang luas tak bertepi, MENAKJUBKAN. Padahal Aku sering melakukan hal ini setiap kali berenang, tapi baru kali ini aku begitu menikmatinya sepenuh H A T I…. Kutarik nafas panjang dan perlahan ku lepaskan…. “Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillalah Wallahu Akbar”, kembali terucap dalam bathinku.

Jam 5.00 WIB suasana di tempat permandian semakin ramai dan sepertinya makin sore pengujung pun makin banyak. Akhirnya kami pun memutuskan untuk berhenti berendam dan segera pulang. Sama seperti di Kawah Putih tadi, sesaat setelah kami sudah diatas mobil, HUJAN pun turun dengan derasnya…….

Sekarang perjalanan terakhir kami adalah PULANG, tapi sebelum itu kami masih punya satu tempat yang WAJIB hukumnya bagi anak-anak untuk mampir, yaitu MEMETIK STRAWBERRY. Sebetulnya kami sudah punya satu tempat yang jadi langganan kami sekeluarga, berhubung tempatnya paling dekat dari SOREANG Bandung (IB Strawberry Rp.16.000,-/kg) akhirnya aku memutuskan untuk mencari tempat lain saja, mengingat waktu yang sudah sore dan sebentar lagi memasuki saat magrib, pastinya akan gelap dong… dan aku ga yakin anak-anak akan mau memetik strawberry di kegelapan, belum lagi kalau becek karena hujan. Dan kamipun memutuskan untuk mampir di KURNIA STRAWBERRY (Rp.35.000,-/kg) ± 4 km dari Kawah Putih. Mahal yaaa.... tapi mau gimana lagi, karena sebentar lagi adzan magrib dan kami hanya punya waktu tersisa ± 30 menit untuk memetik strawberry.

Sesampai disana, anak2 pun langsung mengambil keranjang lalu pergi kekebunnya untuk memetik buah yang bentuknya seperti HATI, warnanya merah dan rasanya asem2 manis, bernama Strawberry. Aku ga ikutan karena SANDAL ku di pakai oleh anakku, Alia. Aku hanya duduk2 dibalai-balai sambil membuatkan MIE CUP dan menunggu BAJIGUR + susu (Rp.3.000,-/gls) pesanan suami dan anak-anak.

Dikejauhan aku melihat mereka begitu antusiasnya memetik satu per satu strawberry. Rasanya senang sekali melihat mereka begitu menikmatinya bahkan ponaanku ada yang metik makan metik makan metik makan, lucu aja aku melihatnya……

Sampai akhirnya di kejauhan terdengar samar-samar suara Adzan Magrib berkumandang, merekapun kembali satu per satu dengan membawa keranjang strawberry yang telah terisi penuh. “Bundaaaa, lihat aku strawberrynya banyak dan gede-gede!”, kata sibungsu Hana. “Si Ican curang bunda, masa di makan mulu”, kata si sulung Alia melapor padaku. “Si Devi juga!”, kata si ganteng Ican membela diri. He,he,heee…. Aku hanya tertawa menanggapi omongan mereka.

Begitulah perjalanan week end aku kali ini, aku merasa BEDA dengan perjalanana-perjalanan aku sebelum-sebelumnya. Setidaknya kali ini aku benar-benar menikmati semuanya dengan sepenuh HATI, sehingga aku bisa benar-benar menyadari dan merasakan bahwa semua yang ada di dunia ini adalah CIPTAAN ALLAH SWT, Semuanya INDAH dan MENGAGUMKAN, dan bila DIA ber-KEHENDAK maka tak satupun dapat menghalangi-Nya, seperti HUJAN….atau perjalanan yang LANCAR2 aja, atau…. kami pergi dan bahkan sampai kembali kerumah dalam keadaan BAIK. Alhamdulillah, walaupun pulang tadi di Tol Cipularang bawa mobilnya sambil ngatuk, kalau ALLAH MELINDUNGI dan BERKEHENDAK selamat, maka Insya Allah SELAMATLAH kami sekeluarga bahkan tanpa kekurangan suatu apapun kecuali materi, heeee…..

Insya Allah, Aku percaya Allah memiliki sifat YAA BAASITH, YAA ROZZAAQ, YAA MUJIIB….. amiiiinnnnn

Wassalam

Tidak ada komentar: