Senin, 05 Mei 2008

U CAN DO IT...

Kamis, 1 Mei 2008.

Segala puji dan syukur hanya bagi ALLAH SWT, Yang telah memudahkan segala NIAT aku. Dan Alhamdulillah… akhirnya apa yang aku cita2-kan satu per satu dapat terwujud. Dan hari ini Anakku pun bisa ikut ESQ Kamis – Jum’at tgl. 1 -2 Mei 2008 di Syahida Inn UIN Ciputat.

SURE, awalnya sih sempat ragu juga mo ikutan yang di UIN (In house) atau di Cempaka Putih (Public)…. makanya balikin formulir dan bayarnya pun baru kemaren tgl. 30 April 2008.

Sebenarnya aku dah 2 minggu yang lalu nyari no. telpon Mas RIDWAN MUKRI, pengen ngobrol aja tentang kebimbangan aku dan Mas Aji, suamiku. Tapi baru dapat 4 hari yang lalu tgl. 28 April 2008 dari Kak Liya ESQ LC itupun no telp. Mas RONALD sekertaris Mas Ridwan.

Tgl. 29 April aku coba menghubungi Mas Ronald dan alhamdulillah bisa ngobrol. KESIMPULANNYA, Inn House atau Public sama2 punya plus dan minus, Kolo PUBLIC Insya ALLAH kekhawatiran aku tidak akan terjadi disamping itu mereka pun akan mempunyai teman dan komunitas baru, tapi sebagai bahan pertimbangan bagi anak yang agak sulit beradaptasi dengan suasana dan situasi baru UMUMnya jadi JAIM2”, kata Mas Ronald. (O’ooh… sepertinya anak gw masuk kategori ini dhe!). “Kalo IN HOUSE… Bunda ga usah khawatir karena KAMI team ESQ dah cukup berpengalaman mengatasi kekhawatiran Bunda, Apalagi besok itu Trainernya Insya ALLAH akan di bawakan oleh Kak Regi, beliau adalah Kader I dan yang langsung dibimbing oleh Mas Ridwan Mukri sendiri dan PLUS – nya lagi, In House itu jatuhnya lebih MURAH karena gedung, konsumsi semuanya diserahin ke sekolah. Dan Bunda ga usah khawatir, justru Insya ALLAH kalo mereka dah jadi alumni mereka bisa SALING MENGINGATKAN satu dengan yang lainnya, karena mereka saling kenal dan satu sekolah sehingga intensitas ketemuan bisa lebih sering dibanding yang Public”. Kurang lebihnya…. Seperti itulah penjelasan Mas Ronald.

Akhirnya, dengan mengucap Bismillahi rohmani rohim, aku putuskan untuk ikut yang IN HOUSE aja dan duit Rp.500 ribu aku masukin ke dalam amplop dan dibagian depannya aku tulis “Untuk Training ESQ Mb ALIA, Semoga bermanfaat Lillahi Ta’alah”. malamnya aku kasihlah amplop itu ke anakku beserta formulirnya, tapi untuk formulir aku biarin dia untuk mengisi sendiri.

Pagi Jam 6.10 WIB, aku dan ALIA ninggalin rumah menuju UIN Ciputat, sepanjang jalan aku ga banyak bicara, ku biarkan ALIA yang ngoceh tentang temannyalah, tentang gurunyalah, tentang kelakuan adik2nya yang nyebelin dia dan keinginan2nya. SERU juga, ternyata kalo di korek… anak gw ada sifat ke gw juga, senang ngobrol heee….

Mendekati Gedung Syahida aku bilang ke ALIA, “Mb, Bunda dan Ayah ga pernah maksaain Mb ALIA untuk ikut Training ini, benar ga..? (Anak aku mengangguk). Mb ALIA sendiri khan yang selalu nanya kapan giliran Mbak ikut ESQ…? (Sekali lagi anak aku menggangguk), sekarang saatnya giliran Mb ALIA, tapi Mb juga harus ingat Training ini BAGUS, tapi akan menjadi TIDAK BAGUS kalo kita tidak bisa mengambil manfaatnya.

Dikelas Mb, semuanya ikut ga…? (anakku menggeleng sambil berkata “Hanya beberapa, Bunda”). Tahu ga kenapa mereka ga ikut..? (anak aku diam aja) karena tidak semua orang MAMPU Mb untuk ikut dan MAU mengeluarkan biaya sebanyak itu, Hari gini lagi…, Bunda yakin mereka sebenarnya mau, tapi kebanyakan terbentur dengan biaya sementara kehidupan sekarang semakin sulit dan berat (kulihat anakku mengangguk). Sejujurnya Bunda dan Ayahpun seperti itu, tapi sebagai orangtua Ayah dan Bundapun selama masih diberi KEMAMPUAN pasti akan selalu berusaha memberi yang terbaik dan memenuhi semua keinginan Mb selama itu bermanfaat buat diri dan masa depan Mbak. Sekarang tinggal Mb ALIA sendiri, mau ga memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin…?”. Lalu aku diam kubiarkan anakku untuk berpikir sejenak dengan harapan semoga ALLAH membukakan hatinya untuk mengerti apa maksud perkataan aku.

Mb, mau dengar saran Bunda ga…? (“Apa Bunda…” Tanya anakku). Sebelum masuk ruangan usahakan Mb selalu dalam keadaan bersuci, ngerti khan..? (“Iya, berwudhu Bunda”, jawab anakku). Dan jangan lupa mohon kepada ALLAH untuk DIBUKAKAN HATINYA,

Apa yang Ayah dan Bunda lakukan saat ini, begitu juga apa yang akan Mb Alia jalani nanti Insya ALLAH semuanya LILLAHI TA’ALAH”.

Akhirnya jam 6.50 WIB kamipun sampai di parkiran, nampak suasana gedung Syaidah yang rame dengan peserta dan pengantar. Setelah anak2 masuk keruangan training yang berada di lantai 2, kamipun para orangtua diminta untuk berkumpul di lantai satu untuk briefing sejenak. Aku sempat melihat ALIA mendapat kartu peserta dan sebuah tas ESQ lalu diapun membuka sepatu dan kaos kakinya dan berjalan menuju toilet, sepertinya mo Wudhu. Alhamdulillah, setidaknya dia mendengarkan saran aku tadi….

Ternyata Briefing pagi ini sempat membuat aku terharu juga, dimana saat Ibu Isye (Korwil Jaksel kebetulan Beliau juga adalah Ibunda dari Kak Regi Trainer ESQ Teens kali ini) menceritakan pengalaman rohani cucu dari Bp. Fahmi Idris.

Ceritanya kurang lebih seperti ini, Saat itu Bp Fahmi Idris mengantar kedua orang cucunya untuk ikut Training ESQ Kids padahal Beliau sendiri belum menjadi alumni. Tapi beberapa bulan kemudian pada Training ESQ Executive di JHCC (angkatan keberapa sih disebut, akunya aja yang lagi tulalit….) pokoknya dihadiri ± 1.200 peserta, dan salah satu dari pesertanya adalah Bp. Fahmi sendiri. Melihat peserta yang sebanyak itu, Pak Ary sempat “…………..” juga (aku bingung mo tulis apa, takut SALAH) dan untuk mencairkan suasana maka Pak Ary mengundang Bp. Fahmi Idris untuk naik ke podium. Saat itu Bp. Fahmi pun sempat terlihat bingung mau ngomong apa (dan itu jelas terlihat karena di shoot dan ditayangkan di 6 layar lebar di ruangan JHCC Cendrawasih Room). Masih kata Bu Isye lagi, Namun tak lama kemudian Bp. Fahmi Idris pun menceritakan pengalaman spiritual cucunya saat ikut ESQ Kids. Saat Beliau bertanya kepada kedua cucunya apa yang kalian liat dan rasakan… sambil mengeluarkan saputangan beliau melanjutkan ceritanya “Aku Melihat ALLAH itu BESAR , Kek” jawab salah seorang cucunya. Subhanallah, tanpa aku sadari air mataku pun itu menetes….

Selain pengalaman dari ATS dan juga beberapa alumni teens lainnya, aku dapat satu pengalam menarik lagi dari Bunda Dinda, orangnya kecil, putih, kelihatannya masih muda tapi ternyata anaknya dah pada gede2 semua dan ketiga2nya pun dah jadi sarjana dan berhasil. Alhamdulillah, aku aja senang dengarinnya apalagi Bunda Dinda sendiri yang ngalaminnya…… Semoga ALLAH juga memberikan aku anak dan turunan yang shaleh/a seperti Bunda Dinda, amin….

Dan semua itu ada RESEP - nya, dan resep ini beliau dapat dari salah seorang ustadza, dan katanya lagi resep ini adalah resep turun temurun sang Ustadza… JADI, setiap selesai shalat shubuh Beliau selalu menghadiahkan surat AL – FATIHAH untuk masing2 anaknya berikut harapannya.

SURE, satu tekad aku saat ninggalin briefing pagi tadi.

U CAN DO IT, WHY NOT… !!!!

Tidak ada komentar: