Selasa, 23 November 2010

NASEHAT 'tuk KAKEK - NENEK....

BERIKAN KESEMPATAN MEREKA MENJADI ORANGTUA…

Ada banyak orangtua muda tinggal bersama dengan orangtua mereka setelah menikah, baik dengan orangtua istri maupun orangtua suami. Tentunya, di dunia yang ideal, kita menginginkan agar pasangan muda yang baru menikah bisa hidup di rumah sendiri dan membentuk suatu budaya kebiasaan sendiri di dalam keluarga baru tersebut. Sepasang suami istri saja, tanpa orangtua, berpotensi untuk berkonflik, apalagi jika harus ada orang lain di dalam rumah. Tentunya orangtua mereka sudah memiliki pola pikir, kebiasaan dan budaya sendiri, yang tidak selalu bisa cocok dengan kebiasaan dan sifat anak dan menantunya yang mempunyai cara hidup yang pastilah tidak bisa disamakan dengan cara hidup mereka.

Cukup banyak cerita bahwa sang ibu sering dibuat menjadi bingung, sebagai contoh, saat anak bayinya menangis, seorang ibu segera menggendong bayinya, kemudian suaminya menyuruhnya menaruh saja bayi mereka di tempat tidur, baru ditaruh di tempat tidur, tiba-tiba orangtua sang ibu, si nenek, datang segera mengangkat bayi tersebut. Sambil menimang bayi itu, sang nenek berdumal: ”Kalian jadi orangtua tidak becus!”

Inilah 3 orang bermaksud baik tetapi menjadi kesal semua.

Di dalam kasus tersebut di atas, sebaiknya, neneklah yang tidak boleh campur tangan. Ingatlah bahwa ini adalah waktu belajar bagi pasangan muda tersebut. Mereka perlu melewati masa-masa menjadi orangtua muda, dan sebaiknya biarkan saja orangtua muda itu menemukan teknik mereka sendiri mendiamkan tangis anak mereka. Waktu nenek dulu baru menjadi orangtua, pastilah juga akan berusaha keras untuk mempelajari bagaimana mendiamkan bayi yang menangis.

Jika anda adalah orangtua yang kebetulan tinggal bersama anak-anak anda yang sudah berumah tangga, sangat baik jika anda mengamati saja. Keinginan anda memberikan bantuan itu sangat baik, namun jika tidak diminta, sebaiknya anda mengamati saja. Biarkan anak-anak anda belajar mengasuh anak-anak mereka dengan cara mereka.

Kapan kakek dan nenek bisa membantu? Pertama, jika memang dimintakan bantuannya. Jika tidak diminta dan anda datang membantu, bantuan anda justru bisa membuat kedua orangtua yang sedang belajar itu, menjadi gugup. Kedua, dalam keadaan darurat, jika kedua orangtua sudah benar-benar tidak bisa menanganinya dan cucu anda terlihat di dalam bahaya, maka anda wajib membantu. Ketiga, anda bisa menanyakan kepada anak anda, dengan komunikasi terbuka, sampai batas mana anak anda mengijinkan campur tangannya. Dengan demikian anda akan tahu batas tindakan pro-aktif anda yang mana yang dapat ditolerir anak anda.

Kakek, nenek yang baik... Berikanlah ayah-ibu baru itu kesempatan untuk belajar menjadi orangtua...

-Yacinta Senduk